gbi.lagu-gereja.com
Gereja Bethel Indonesia
     
 

View : 1031 kali
Download MP3 Music
Harapan palsu dan sikap bebal
Bagaimana mengajarkan kebenaran kepada orang yang membutakan hati nuraninya terhadap kebenaran? Firman Tuhan di perikop ini datang pada zaman pemerintahan Zedekia, yaitu ketika Nebukadnezar sudah menaklukkan Yehuda dan menawan sebagian penduduknya ke Babel (lih. 2Raj. 25:8-17). Telah terbukti bahwa nubuat para nabi yang mengumandangkan bahwa Babel bukan ancaman serius adalah nubuat palsu (Yer. 23:21, 30-33). Namun, Raja Zedekia tetap mendengarkan para nabi palsu tersebut dan terbius oleh firman dusta mereka (27:14-15).

Sikap bebal dan keras kepala Zedekia sama dengan sikap para raja bangsa-bangsa sekitar Yehuda. Mereka juga mendengarkan nubuat bohong dari para nabi penipu mereka (9-10) sehingga mengajak Zedekia bersekongkol melawan Babel. Betapa ironis, umat Tuhan sama tidak pekanya dalam perkara rohani dengan bangsa-bangsa kafir! Lebih celaka lagi, para imam, dan bahkan seluruh rakyat Yehuda juga terbuai janji-janji palsu bahwa kekalahan mereka terhadap Babel hanya bersifat sementara dan Bait Allah akan kembali jaya (16-18). Oleh karena yang para nabi Yehuda beritakan adalah harapan kosong mereka sendiri, bukan berasal dari perintah Allah, mereka sama saja dengan para peramal dan penyihir najis bangsa-bangsa kafir (9).

Bagaimana mengajarkan kebenaran kepada orang-orang bebal ini? Yeremia memakai kuk kayu sebagai peraga kepastian hukuman Tuhan yang berupa kuk Babel (2, 6, 12). Kalau mereka tidak juga mawas diri dan bertobat, mereka akan menerima kuk Tuhan yang jauh lebih dahsyat, yaitu: pedang, kelaparan, sampar (8, 13). Berbagai kejadian dalam hidup perorangan, gereja, atau bangsa tidak kebetulan semata-mata. Jika ada dosa dan kejahatan yang tidak berkenan kepada Allah, itu merupakan peringatan Tuhan agar kita bertobat.

Camkan: Bertahan dalam kebebalan dan kekeraskepalaan tidak bertobat berarti menabur dosa menuai kebinasaan.


* Yang terbaik dari yang buruk.
Perintah Tuhan kepada Yehuda dan negara-negara tetangganya supaya mereka menyerah kepada Babel merupakan perintah Tuhan yang tentunya membingungkan dan mengecewakan mereka. Mengapa Tuhan memerintahkan mereka untuk menyerah tanpa berjuang? Mengapa mereka dilarang untuk mempertahankan tanah airnya? Bahkan mengapa Yehuda harus berdiam diri ketika bangsa asing menajiskan Bait Allah dengan cara merampok seluruh perabotnya? Padahal bukankah Bait Allah merupakan simbol identitas Yehuda sebagai umat pilihan Allah? Namun bila kita renungkan dengan sungguh-sungguh, perintah itu merupakan perwujudan dari kasih setia Allah yang terus memelihara dan menjaga Yehuda dan bangsa-bangsa lain. Jika mereka tidak takluk kepada Babel mereka akan mengalami kehancuran total (8, 13). Allah telah membangkitkan dan menunjuk Nebukadnezar sebagai alat-Nya untuk menghukum bangsa-bangsa lain khususnya Yehuda yang sudah memberontak kepada-Nya, maka kebangkitan Nebukadnezar tidak mungkin dibendung oleh siapa pun. Membendungnya berarti menghadang Allah. Mereka harus menerima hukuman Allah namun bukan mengalami kehancuran (22). Karena itu perintah Allah melalui Yeremia ini merupakan jalan terbaik dalam situasi yang buruk agar mereka tidak hancur. Perintah Allah itu merupakan bukti bahwa pemeliharaan Allah tetap dapat menghasilkan yang terbaik dari keadaan yang tak berpengharapan.

Selain itu dengan membangkitkan Nebukadnezar dan mengaruniakan kepadanya segenap kerajaan, Allah ingin mengajar kepada Yehuda dan bangsa-bangsa lain bahwa kedudukan, kekuasaan, dan kekayaan bukan yang terbaik di dunia, sebab Allah seringkali justru 'memberikan' itu kepada orang-orang fasik atau pemberontak Allah. Yang penting bagi mereka adalah ketaatan kepada rencana dan kehendak Allah yang begitu mengasihi umat manusia bukan hanya Yehuda.

Renungkan: Dalam perjalanan hidup bersama Allah, kita mungkin pernah kecewa atau marah atas apa yang Allah perintahkan untuk kita lakukan. Namun respons yang paling bijak adalah tetap mendengarkan dan tunduk kepada kehendak-Nya sebab perintah Allah walaupun menyakitkan adalah perwujudan kasih setia-Nya yang mendatangkan kebaikan bagi kita.





Daftar Label dari Kategori Sabda

Warning: include(htmArtikel/sublabel_Sabda.html): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/gbi.lagu-gereja.com/index.php on line 340

Warning: include(htmArtikel/sublabel_Sabda.html): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/gbi.lagu-gereja.com/index.php on line 340

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/sublabel_Sabda.html' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/gbi.lagu-gereja.com/index.php on line 340








Selanjutnya:

Yeremia 32:25-44 - Akulah TUHAN


All Sabda:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Sabda.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/gbi.lagu-gereja.com/baca10.php on line 86

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Sabda.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/gbi.lagu-gereja.com/baca10.php on line 86

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Sabda.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/gbi.lagu-gereja.com/baca10.php on line 86


MENU UTAMA:
Artikel Rohani(1)
Bacaan Alkitab Setahun GBI(15)
Catatan(3)
Contoh Tata Ibadah GBI(10)
Khotbah Pilihan GBI(3)
Lagu Rohani GBI(381)
Lagu Rohani GBI new(26)
NA(2)
Nafiri Kemenangan(213)
Panduan Puasa GBI(4)
Pedoman Pelayanan Pendeta GBI(8)
Pembacaan ABA (Ayo Baca Alkitab) Tahun 2016(8)
Pembacaan Alkitab GBI(13)
Penjelasan Bacaan Alkitab Setahun(8)
Sabda(20)
Seminar GBI(6)
Tentang GBI(3)
xxx(1)

Arsip Sabda..