gbi.lagu-gereja.com
Gereja Bethel Indonesia
     
 

View : 1208 kali
Download MP3 Music
Liciknya hati
Beragam cara orang merespons kebenaran. Namun motivasilah yang menentukan kesejatian iman, adakah mereka sungguh-sungguh bertobat dan menerima kebenaran Ilahi atau hanya berpura-pura menyesal demi kepentingan pribadi?

Firman Tuhan yang Yeremia sampaikan jelas menuntut pertobatan, supaya murka Allah tidak jadi dijatuhkan untuk menghancurkan Yehuda (3). Hukuman Allah pasti akan jatuh dan membuat kota-kota mereka hancur seperti yang terjadi dengan Silo pada masa Hakim Eli, kecuali mereka bertobat (1Sam. 2:11-17). Tanpa pertobatan tidak mungkin menghindari hukuman (Yer. 26:6). Respons umat yang hendak menghukum mati Yeremia membuktikan mereka tidak peka akan dosa mereka yang menjijikkan, sebaliknya hanya melihat Yeremia sebagai penyampai berita celaka (9)!

Sepintas, sikap atau respons para pemuka Yehuda lebih baik daripada pemimpin agama dan umat karena para pemuka ini mencegah Yeremia dibunuh (16). Sikap pemuka Yehuda ini didukung oleh para tua-tua, dengan alasan dahulu pun Nabi Mikha bernubuat serupa dengan Yeremia, namun Raja Hizkia mendengarkan nasihat firman Tuhan, dan Yehuda terluput dari kehancuran (18-19). Namun jelas motivasi mereka memberi usul itu bukan karena menyesali dosa, melainkan menghindari hukuman dosa. Tidak ada tanda-tanda pertobatan sejati. Bahkan Yoyakim membunuh Nabi Uria bin Semaya, yang dengan berani juga menubuatkan hancurnya Yerusalem (20-23). Uria dibunuh karena pelariannya ke Mesir (21) membuat ia seolah membelot. Sebaliknya Yeremia luput dari tindakan keji karena dilindungi oleh Ahikam (24).

Pertobatan sejati pasti menyesali dosa, tidak sekadar menghindari penghukuman. Tuhan yang mengenal hati manusia, tidak tertipu oleh respons munafik.

Camkan: Hati yang licik tak mungkin luput dari hukuman Allah yang Mahatahu dan Mahaadil!


Tidak selalu ada perlindungan.
Pasal ini sebenarnya mengisahkan reaksi bangsa Yehuda ketika mendengarkan khotbah Yeremia tentang bait Allah (lihat Yeremia 7), pada permulaan pelayanan Yeremia di zaman pemerintahan raja Yoyakim. Reaksi awal dari para pemimpin rohani dan rakyat Yehuda sangat menggetarkan hati. Mereka menangkap Yeremia untuk dihukum mati sebab ia dinilai telah berkhianat terhadap bangsa dan negaranya (7-12).

Menerima reaksi yang demikian di awal pelayanannya tentu membuat Yeremia gentar dan takut. Tapi keadaan ini tidak membuat Yeremia berdiam diri, sebaliknya ia mengajukan pembelaannya (12-15). Pembelaan diri ini tidak dimaksudkan untuk mendapatkan pengampunan, karena dia memahami benar bahwa secara manusia musuh-musuhnya mempunyai kekuasaan dan kekuatan untuk membunuhnya. Tapi ia pun yakin bahwa hidupnya ada di tangan Tuhan. Pembelaan diri Yeremia ternyata agak memberi kelegaan, sehingga para pemuka dan seluruh rakyat memutuskan untuk membatalkan hukuman mati bagi Yeremia, karena mereka mengetahui bahwa berbicara atas nama Allah bukan merupakan pelanggaran hukum yang berat (16-18). Mereka juga takut ditimpa malapetaka karena membunuh seorang nabi Allah (19).

Namun apakah pembebasan Yeremia ini merupakan suatu tanda bahwa bangsa Yehuda terbuka hatinya terhadap firman-Nya? Tidak sama sekali. Peristiwa ini hanya memperlihatkan bahwa Allah tidak mengizinkan Yeremia dibunuh, sehingga tidak ada seorang pun yang berkuasa menyentuh nyawanya. Perlindungan dan jaminan Allah atas hidup hamba-Nya memang tidak selalu berupa keselamatan dari tangan musuh-musuh-Nya. Contohnya seorang nabi yang lain, Uria, yang mewartakan berita yang sama dan dihukum mati oleh raja Yoyakim.

Renungkan: Ketika kita memberitakan firman-Nya, berbagai reaksi akan timbul. Ada yang menganggapnya sebagai angin lalu, ada pula yang menentang dan menolaknya dengan sengit, namun ada juga yang menerimanya. Ada pemberita firman-Nya yang dilindungi oleh Allah. Namun ada pula yang diizinkan Allah untuk dibunuh oleh musuh-musuh Injil. Satu-satunya jaminan bagi Kristen yang mau menjadi seorang Yeremia adalah bahwa Allah berkuasa mutlak atas hidup mati hamba-Nya dan firman-Nya harus diperdengarkan. Siapkah kita?





Daftar Label dari Kategori Sabda

Warning: include(htmArtikel/sublabel_Sabda.html): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/gbi.lagu-gereja.com/index.php on line 340

Warning: include(htmArtikel/sublabel_Sabda.html): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/gbi.lagu-gereja.com/index.php on line 340

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/sublabel_Sabda.html' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/gbi.lagu-gereja.com/index.php on line 340








Selanjutnya:

Yeremia 32:25-44 - Akulah TUHAN


All Sabda:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Sabda.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/gbi.lagu-gereja.com/baca10.php on line 86

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Sabda.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/gbi.lagu-gereja.com/baca10.php on line 86

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Sabda.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/gbi.lagu-gereja.com/baca10.php on line 86


MENU UTAMA:
Artikel Rohani(1)
Bacaan Alkitab Setahun GBI(15)
Catatan(3)
Contoh Tata Ibadah GBI(10)
Khotbah Pilihan GBI(3)
Lagu Rohani GBI(381)
Lagu Rohani GBI new(26)
NA(2)
Nafiri Kemenangan(213)
Panduan Puasa GBI(4)
Pedoman Pelayanan Pendeta GBI(8)
Pembacaan ABA (Ayo Baca Alkitab) Tahun 2016(8)
Pembacaan Alkitab GBI(13)
Penjelasan Bacaan Alkitab Setahun(8)
Sabda(20)
Seminar GBI(6)
Tentang GBI(3)
xxx(1)

Arsip Sabda..